PRIBADI ADALAH HADIAH


Oleh :Fr. George Nintermann OP

Pribadi adalah hadiah yang terbungkus.
Yang dikirim Tuhan kepadaku.
Ada yang terbungkus indah, terlihat sangat mempesona.
Bahkan ketika saya pertama kali melihatnya.

Ada yang terbungkus dengan kertas biasa.
Yang lain sudah rusak dalam pengiriman.

Kadang-kadang ada kiriman istimewa.
Beberapa hadiah sampai kepadaku dengan bungkus longgar.
Yang lain datang dalam keadaan terbungkus rapat.

Tetapi bungkus bukanlah hadiah.
Dan betapa sering kita terkecoh…..dan terlihat lucu seperti anak kecil yang keliru

Kadang-kadang hadiah itu sangat mudah dibuka
Kadang kubutuhkan orang lain untuk membantu membukanya
Apakah karena mereka takut terluka?
Mungkinkah mereka pernah dibuka dan dibuang?
Atau mungkin hadiah itu bukan untukku?

Saya adalah pribadi, maka saya juga merupakan hadiah.
Pertama, hadiah untuk diriku sendiri.
Tuhan menyerahkannya kepadaku

Pernahkah saya sunguh melihat isi bungkusan itu?
Atau…takutkah aku melihatnya?

Mungkin aku belum pernah menyadari bahwa diriku adalah hadiah yang begitu indah.
Mungkinkah ada sesuatu yang lain yang ada dalam bungkusan itu, yang tidak pernah kusangka?
Bisa jadi saya belum pernah tahu, bahwa diriku adalah hadiah ajaib.

Dapatkah pemberian Tuhan itu tidak indah?
Kalau saya mencintai hadiah dari mereka yang saya cintai, mengapa saya tidak mencintai hadiah dari Allah, yang begitu mencintai saya?

Apakah saya ini juga hadiah bagi orang lain?
Ikhlaskah saya dihadiahkan Tuhan kepada orang lain?
Relakah aku menjadi manusia bagi sesama?
Haruskah orang lain puas dengan melihat bungkusnya saja dan tidak menikmati hadiahnya?

Setiap pertemuan pribadi adalah tukar menukar hadiah
Tetapi hadiah tanpa pemberi itu bukan hadiah.
Tanpa hubungan dengan pemberi hadiah menjadi hanya sekedar barang

Persahabatan adalah hubungan antar pribadi, yang saling menerima apa adanya.
Hadiah Tuhan untuk masing-masing dan sesama.
Hadiah milik persaudaraan

Kalau saya menguasai teman atau memilikinya, saya merusak sifatnya sebagai hadiah.
Kalau saya menyimpan hidupnya untuk diri saya sendiri, saya kehilangan hidupnya.
Kalau saya rela melepaskannya bagi orang lain, saya menyelamatkannya

Pribadi adalah hadiah yang diterima dan diberikan satu pada yang lain.
Persahabatan adalah jawaban dari pribadi.
Hadiah untuk Tuhan, sang Pemberi.
Persahabatan itu adalah persatuan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s